Rabu, 16 Desember 2015

FEATURE WRITING

BINCANG-BINCANG TENTANG KEBUN RAYA BOGOR

          Mentari siang bersinar,  terik panas menyengat perkotaan, seperti tiada angin menyentuh. Di  jalan trotoar yang cukup kecil, di tengah keramaian orang banyak,  menelusuri lurusnya trotoar, dan menyeberang ke trotoar lainnya. Berhenti seketika mata melihat hijaunya pemandangan yang dikelilingi oleh pelindung besi yang dibuat oleh manusia.

          Besi-besi tersebut memagarinya sebagai simbol tempat ini dilindungi, bak pusaka berharga bagi masyarakat. Jika ingin masuk, harus membayar  tiket masuk  yang nilai harganya sesuai dengan status asal wisatawan lokal atau asing.  Wisatawan dari lokal Rp.14.000 dan wisatawan asing Rp.25.000, bergegas saya pergi ke loket untuk membeli tiket. Perlahan saya berjalan melihat  dari kejauhan sebelum  masuk  kedalam, timbul keingintahuan  karena baru pertama kali mengunjungi tempat wisata yang bernama Wisata Kebun Raya Bogor.
           Saya berkunjung ke Wisata Kebun Raya Bogor dihari minggu, pesona tempat wisata ini dijaga  24  jam oleh tim keamanan dan kepolisian. Ketika berjalan ke arah pintu masuk,  tak sengaja  saya mendengar rombongan ibu-ibu yang berkumpul menanyakan tempat yang bagus untuk bersantai, kepada seorang pria bertubuh  tinggi  besar, tegap dan gagah. Nama pria tersebut Ridwan, pria separu baya ini salah satu anggota  pengelolah informasi yang  juga ikut bertugas menjaga  keamanan.  Setelah selesai mengarahkan ibu-ibu giliran saya yang berbincang dengannya.
                    Pak Ridwan bercerita sejarah singkat “Kebun raya bogor ini adalah peninggalan Jepang, Jerman dan Belanda. Disini pengunjung ada dari beberapa negara yang datang ke sini, ketika mereka datang ke Kebun Raya mereka juga menyampaikannya tidak hanya berbahasa Inggris tetapi juga ada yang berbahasa Belanda, Jepang.  Sejarahnya Kebun Raya Bogor ini di dirikan pada tanggal 18 Mei 1817 oleh Prof.Dr.Reinward dari Jerman”.
          Pak Ridwan menjelaskan kepada saya, bahwa Kebun Raya Bogor dengan luas 87 Ha ini dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Manusia, jadi langsung  dari  pemerintah. Tidak ada wahana bermain seperti outbond dan lainnya disini,  karena  Kebun  Raya  adalah  pusat  konvensasi tumbuhan, yang mana hanya disini tempat hutan yang tumbuh dengan flora asli dari hutan dan langka untuk ditemukan sekarang.  Berdasarkan  keterangan yang pernah saya baca tentang  Kebun  Raya  Bogor  di website, disini terdapat  20.000 jenis tanaman yang tergolong dalam 6000 species dan merupakan Kebun Raya terbesar di Asia Tenggara.

          Kebun  Raya Bogor  yang  ramai  pengunjung  hingga kisara seribuan orang di hari sabtu dan minggu ini, di dalamnya tidak  hanya terdapat  flora saja. Ada juga terdapat beberapa Museum seperti Museum Zoologi, Museum Etnobotani, Museum PETA (Pembela Tanah Air), Museum Perjuangan. Pak Ridwan  menjelaskan bahwa, untuk masuk ke Museum tanpa beli tiket  lagi seperti Museum Zoologi  yang telah bergabung dengan Kebun Raya Bogor, dan jam bukanya juga sesuai dengan jam buka Kebun Raya Bogor. Jadi sekarang, Museum Zoologi yang dulu harus membeli tiket masuk  di depan pintu luar museum, sudah  tidak  dibuka lagi dan kita bisa langsung mengunjunginya di dalam  Kebun  Raya Bogor.
Tetapi ada  juga  yang  berbeda  jam masuknya, seperti Museum  yang  baru  di resmikan  2  bulan  yang lalu dari  notabene manta Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, yaitu Museum Kepresidenan.
Perbincangan dengan pak Ridwan semakin seru dengan ditemani canda tawanya, hati saya sempat tergelitik  mendengar  cerita pak  Ridwan tentang tempat  favorit  wisatawan kaum muda lokal, selain sebagai tempat mencari kesejukan rindang pohon dan tempat mengobrol di Kebun Raya Bogor. Ada tempat  yang  memiliki  mitos  yang unik berkaitan dengan cinta, yaa... seperti yang kita lihat, kalau mendengar kata ‘CINTA’ bawaannya galau terus ya kaum muda,  karena cinta berhubungan dengan jodoh kita kelak. Ada dua tempat mitos favorit   yaitu  Jembatan Cinta (Jembatan Merah) dan Pohon  Jodoh terletak dekat lapangan Sempur.
Pak Ridwan bercerita konon  katanya dikedua tempat ini, jika kita membawa pasangan berjalan melewati Jembatan Cinta atau membawa  pasangan duduk di bawah Pohon Jodoh maka nanti setelah pulang hubungan pasangan tersebut akan putus, tetapi jika berjalan sendiri  melewati  Jembatan  Cinta  atau duduk sendiri di bawah Pohon Jodoh maka setelah dari Kebun Raya Bogor kita akan menemukan Jodoh kita, tetapi hal ini tidak berlaku untuk  pasangan suami istri. Jika sepasang suami istri melewati Jembatan Cinta dan duduk di bawah Pohon Jodoh, maka pasangan tersebut akan selalu langgeng.
Percaya atau tidak itulah  mitos, tetapi berdasarkan sejarah Jembatan Merah (Jembatan Cinta) ini disebut Jembatan Merah karena memang berwarna merah bata,  peristiwa sejarah Jembatan  Merah yang pernah dicatat  adalah pertempuran sengit antara tentara BKR yang dipimpin kapten muslihat dengan pasukan Belanda. Sedangkan Pohon Jodoh sampai saat ini belum ada sejarah yang nyata, hanya saja di Pohon Jodoh ini memang hanya tertinggal sebuah bangku panjang untuk duduk.
Selesai Perbincangan saya dengan pak Ridwan yang cukup lama, saya pun masuk  kedalam. Terasa sejuk, rindang dan tenang membuat saya betah berjalan-jalan melihat pohon-pohon besar yang  di diberi papan nama, terdapat juga patung sapi, kolam dan masih banyak lagi.
Karena kehausan, saya membeli  icecream  yang  rasanya tidak terlalu manis dan tidak banyak warna, disini tidak ada pilihan jajanan lain, setelah saya dijelaskan oleh  pak  Tabroni  pedagang  icecream,  ternyata pedagang didalam area  kebun  hanya  sebagai penjual dan barang dagangan ini milik koperasi Kebun Raya, jadi tidak sembarangan bisa masuk untuk menjual dagangan dan hasil gajinya diperoleh dari presentasi penjualan.
Kemudian diseberang, saya melihat Gardenshop dan mengunjunginya, disini menjual tanaman hias dari produk laboratorium Kebun Raya seperti hasil kultur jaringan, kantong semar,dan jenis anggrek spesies hasil laboratorium yang tidak  ditemukan di luar  dan  terdapat  souvenir  dari zoologi dan biologi berukuran  kecil  dijual  Rp.10.000-Rp.50.000 dan ukuran besar dijual Rp.100.000-Rp.200.000, kak  Rizal pengelola Gardenshop menjelaskan presentasi 80% pembeli dari wisatawan lokal dan 20% wisatawan asing.
Kembali jalan-jalan lagi, saya melihat  bis keliling Kebun Raya dengan harga Rp.15.000 untuk dewasa. Sayangnya bis sudah kepenuhan dan bis berikutnya  tidak   jalan, akhirnya saya ditemani pak Yadi salah satu sopir bis untuk berbincang sebentar. Pak Yadi bercerita saat ini akses bis keliling Kebun raya terbatas, karena area pintu 3 ditutup dan menjadi akses keluar masuk mobil istana. Hal ini menjadi  keluhan pengunjung karena tidak dapat sepenuhnya berkeliling di Kebun Raya.
Hari semakin sore, sungguh saya menikmati rindang dan sejuknya udara disini, rasanya  ingin  saya  bawa  pulang  saja  ke  Jakarta. Disini juga bisa menjadi tempat belajar dan observasi. Tetapi saya menyarankan kita sebagai pengunjung dapat berkerjasama dengan petugas kebersihan, untuk menjaga kebersihan lingkungan Kebun Raya. Cintailah  pesona alam seperti kita mencintai diri kita sendiri.


Kamis, 10 Desember 2015


Lulung
Muda, berani, pekerja keras, dan kesadaran  akan  iman  yang   kokoh  sebagai  petuah dari ayahanda. Membuat ia sadar  akan pentingnya  masuk dan merubah dunia yang di anggap tak jujur lagi, yang rusak namanya oleh oknum berkerah putih yang  kerja berliku-liku serta bermain petak umpet dalam politik.
          Dialah Abraham ‘Lulung’ lunggana, telah lama berjalan dalam politik. Ia mendapatkan mandat sebagai simbol  kepercayaan untuknya, yang bekerja bukan hanya menjadi  wakil  yang  siap mendampingi  ketua DPRD DKI, tetapi  juga mewakili  aspirasi  rakyat  di sekitar daerah jakarta. Namanya tak populer, tapi nama uniknya  ini di kejar-kejar kaki   tangan media massa.
          Namanya membuat gempar  media massa,  setiap mata tersorot  padanya,   setiap kabar dimana-mana tentang  namanya. Kasus  yang  membawa  namanya terekspos dan heboh, kerap kali ribut dengan orang  nomor  satu di Jakarta ahok  yang di duga  ikut campur dalam  mark up  APBD.

          Saat ini  lulung telah  lelah  ribut  terus-menerus,  tak habis-habisnya awak media  masa bertanya  kesana  kemari seperti  mencari alamat. Lulung  yang  kini belajar  dari  kasus pengadaan UPS  yang  sempat menyeret namanya dulu., membuat ia ingin mengajak ahok bekerjasama  mencegah  tikus-tikus berkerah putih. Dan menelusuri rekam jejak perusahaan peserta lelang, dan transparasi DPRD menyusun anggaran.

BERITA LEMPANG(STRAIGH NEWS)
          Eri Yunanto, mahasiswa jurusan Teknologi Industri program studi Teknik Informatik, Universitas Atmajaya Yogyakarta jatuh terpeleset ke kawah merapi pada sabtu (16/5).
Mahasiswa angkatan 2012 ini dilaporkan naik ke merapi bersama lima orang temannya sekitar pukul 11.00 WIB. Eri terjatuh usai berfoto di puncak garuda sebelum akhirnya tergelincir.


BERITA BERTAFSIR
          Aktivitas mendaki gunung sepertinya kini menjadi favorit kaum muda, khususnya para mahasiswa.  Walaupun terlihat seakan mudah, aktivitas mendaki gunung ini tidak boleh dianggap sepele. Butuh ketahanan fisik kuat, dan persiapan, seperti latihan fisik jauh-jauh hari,  peralatan mendaki gunung, berhati-hati saat mengabadikan momen  di puncak gunung.
          Tetapi jika takdir sudah terjadi, manusia hanya bisa menjalani. Seperti yang terjadi pada mahasiswa bernama Eri Yunanto yang terjatuh ke kawah gunung merapi yang berhasil ia daki. Kawah tempat jatuh korban bukanlah kawah dengan lahar panas, tetapi kawah kering. Walaupun demikian, tetap saja berbahaya karena dikelilingi gas alam yang beracun bagi manusia.
          Korban mendaki  puncak merapi dengan kelima temannya. Mereka berhasil mendaki sampai puncak merapi sekitar pukul 11.00 sabtu pagi (16/5). Setelah sampai di puncak, korban mengabadikan momennya dengan berfoto selfi di puncak garuda, saat hendak turun korban terpleset dan jatuh ke kawah. Hingga saat ini tim sar masih mencari jenasah korban.



BERITA INVESTIGASI
          Polisi masih melakukan investigasi tempat kejadian pekara (TKP) jatuhnya seorang mahasiswa ke kawah gunung merapi. Kejadian nahas ini di laporkan oleh kelima rekan teman korban yang langsung turun gunung, setelah korban terjatuh di puncak Garuda Gunung merapi. Korban bernama Eri Yunanto, Mahasiswa jurusan Teknik Industri Program Teknik Informatika Universitas Atmajaya Yogyakarta. Hingga saat ini pencarian jenasah korban masih dilakukan oleh tim SAR, faktor cuaca menjadi halangan tim gabungan untuk mencapai lokasi jatuhnya korban. Kepala riset Taman Nasional Gunung Merapi, Suwiknya mengatakan kondisi cuaca di puncak merapi saat ini tak menentu, kecepatan angin di puncak juga dikabarkan cukup kencang.



BERITA MENDALAM
          Seorang pendaki muda, Eri Yunanto mahasiswa Atmajaya Yogyakarta jurusan Teknologi Industri program studi Teknik Informatika jatuh terpeleset ke kawah merapi dengan kedalaman sekitar 150 meter, kawah tempat terjatuhnya korban adalah kawah kering. Walaupun demikian kawah ini tetap berbahaya karena dikelilingi gas alam yang beracut bagi manusia.
Ketua Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Atmajaya Yogyakarta, Revi serviyani mengatakan Eri jatuh ke kawah merapi saat hendak turun dari ouncak tebing garuda, namun tebing pijakan kaki kanannya ambrol. Revi menuturkan, kronologi jatuhnya Eri diperoleh dari keterangan Dicky yang menemani Eri sampai  ke bekas puncak Garuda. Awalnya, rombongan Eri berjumlah enam orang. Empat orang hanya sampai di pos pasar bubrah gunung merapi jalur pendakian selo, boyolali. Eri dan Dicky melanjutkan perjalanan ke bekas puncak Garuda pada pukul 09.00 WIB, Sabtu 16 mei 2015. Revi menjelaskan, rombongan Eri berangkat dari Yogyakarta pada Jumat malam 15 mei 2015. Baru pada pukul 04.00 WIB, Sabtu 16 mei 2015, keenam orang tersebut mulai mendaki lewat pos selo, boyolali. “Pendakian mereka legal karena lewat bascamp dan bayar restribusi” kata Revi.
Hingga saat ini pencarian jenasah korban masih sulit di lakukan, hal ini terjadi karena faktor kondisi cuaca di puncak merapi saat ini tak menentu, kecepatan angin di puncak juga di kabarkan cukup kencang.



LEAD BERITA

          Kabut asap bukan hanya membuat masyarakat resah, tetapi memunculkan konflik baru di media sosial. Postingan ibu berusia 30 tahun, terkait anaknya yang meninggal karena asap mendapat perhatian dari Mentri Kesehatan Prof. Dr. Nila Moeloek, SP M(K). Beliau sudah mendapatkan laporan dan dari hasil pengecekkan saat itu kondisi anak sudah tak baik, fisik yang lemah dan asap  yang mengganggu kadar oksigen menjadi faktor utama kematian bayi.

BERITA DI MEDIA CETAK

  JAKARTA, BERITAKAMPUS.COM Sebulan aktif masa perkuliahan di Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta Utara, terlihat suasana rombongan mahasiswa yang sedang berkelompok di plaza UBM. Beberapa diantara mereka ada yang membawa seperangkat alat-alat seperti camera, tripod, boom mic dll seperti sedang ada project shooting.
Sekelompok mahasiswa tersebut adalah mahasiswa baru UBM dari unit kegiatan mahasiswa Production and cinematography (Prodcine) UBM. Mereka sangat aktif dalam berdiskusi kelompok, untuk membuat project film pendek yang akan dilombakan. Antusias mereka ini di akui oleh Kenrick Filbert ketua UKM Prodcine dan wakil ketua Carla Agustin.
“Mahasiswa baru tahun ini aktif banget, saya sebagai ketua pengurus UKM Prodcine yang baru jadi semangat. Semangat mereka ini juga terlihat dari pelatihan pertama Prodcine di Magrove PIK” Jelas Kenrick.
Carla agustin juga sebagai wakil ketua senang sekali melihat keaktifan mereka dalam pembuatan project film pendek yang akan di lombakan.

Carla menjelaskan bahwa pembina ukm prodcine Miss Virgitta juga mengharapkan mahasiswa baru tahun ini tidak patah semangat dan terus berkarya serta terealisasikan semua program rencana prodcine ubm dan dapat meraih prestasi di kampus UBM.

BERITA DI RADIO
  Hallo sahabat radiofm
selamat sore, berjumpa lagi dengan saya Angelina. Hari ini aku kedatangan tamu dari mahasiswa Universitas Bunda Mulia ,yaitu Kenrick Filbert sebagai ketua dan Carla Agustin sebagai wakil ketua dari unit kegiatan mahasiswa Production and Cinematography atau yang sering disebut UKM Prodcine UBM.
Mereka akan bercerita dengan kita, bagaimana keseruan mereka sebagai pengurus baru UKM Prodcine UBM.
Kita mulai nanya ketuanya dulu nih, kenrick menurut kamu bagaimana dengan perkembangan ukm Prodcine?
Kenrick : wahh senang banget ya, saya sebagai ketua baru dalam ukm prodcine ubm ini semangat banget, perkembangan ukm prodcine meningkat tinggi di tahun ini. Karena Mahasiswa baru yang daftar ke ukm prodcine aktif-aktif banget, kelihatan banget dari pelatihan pertama mereka di Mangrove PIK minggu lalu. Antusias mereka tinggi.
Kalau Carla gimana kesannya dengan mahasiswa baru yang aktif banget di ukm Prodcine?
Carla: iyaa saya senang banget, selain pelatihan pertama. Mereka juga semangat ikut lomba film pendek yang baru-baru ini di selenggarakan. Beberapa dari mereka mengikuti ukm prodcine karena ketertarikan mereka untuk bisa belajar lebih banyak tentang production sinema yang bagus dan pastinya ada kualitasnya hehehehehe, kemudian pembina ukm prodcine kita Miss Virgitta juga mengharapkan mahasiswa baru tahun ini tidak patah semangat dan terus berkarya serta terealisasikan semua program rencana prodcine ubm dan dapat meraih prestasi.
Wahh salut banget ya... dengan keaktifan mahasiswa baru ubm, kita doain semoga ukm prodcine semakin berkarya dalam production cinematography.

Usai sudah percakapan kita dengan tamu kita hari ini, jangan lupa dengar sahabat radiofm terus ya bersama angel terimakasih dan sampai jumpa