Kamis, 10 Desember 2015


BERITA LEMPANG(STRAIGH NEWS)
          Eri Yunanto, mahasiswa jurusan Teknologi Industri program studi Teknik Informatik, Universitas Atmajaya Yogyakarta jatuh terpeleset ke kawah merapi pada sabtu (16/5).
Mahasiswa angkatan 2012 ini dilaporkan naik ke merapi bersama lima orang temannya sekitar pukul 11.00 WIB. Eri terjatuh usai berfoto di puncak garuda sebelum akhirnya tergelincir.


BERITA BERTAFSIR
          Aktivitas mendaki gunung sepertinya kini menjadi favorit kaum muda, khususnya para mahasiswa.  Walaupun terlihat seakan mudah, aktivitas mendaki gunung ini tidak boleh dianggap sepele. Butuh ketahanan fisik kuat, dan persiapan, seperti latihan fisik jauh-jauh hari,  peralatan mendaki gunung, berhati-hati saat mengabadikan momen  di puncak gunung.
          Tetapi jika takdir sudah terjadi, manusia hanya bisa menjalani. Seperti yang terjadi pada mahasiswa bernama Eri Yunanto yang terjatuh ke kawah gunung merapi yang berhasil ia daki. Kawah tempat jatuh korban bukanlah kawah dengan lahar panas, tetapi kawah kering. Walaupun demikian, tetap saja berbahaya karena dikelilingi gas alam yang beracun bagi manusia.
          Korban mendaki  puncak merapi dengan kelima temannya. Mereka berhasil mendaki sampai puncak merapi sekitar pukul 11.00 sabtu pagi (16/5). Setelah sampai di puncak, korban mengabadikan momennya dengan berfoto selfi di puncak garuda, saat hendak turun korban terpleset dan jatuh ke kawah. Hingga saat ini tim sar masih mencari jenasah korban.



BERITA INVESTIGASI
          Polisi masih melakukan investigasi tempat kejadian pekara (TKP) jatuhnya seorang mahasiswa ke kawah gunung merapi. Kejadian nahas ini di laporkan oleh kelima rekan teman korban yang langsung turun gunung, setelah korban terjatuh di puncak Garuda Gunung merapi. Korban bernama Eri Yunanto, Mahasiswa jurusan Teknik Industri Program Teknik Informatika Universitas Atmajaya Yogyakarta. Hingga saat ini pencarian jenasah korban masih dilakukan oleh tim SAR, faktor cuaca menjadi halangan tim gabungan untuk mencapai lokasi jatuhnya korban. Kepala riset Taman Nasional Gunung Merapi, Suwiknya mengatakan kondisi cuaca di puncak merapi saat ini tak menentu, kecepatan angin di puncak juga dikabarkan cukup kencang.



BERITA MENDALAM
          Seorang pendaki muda, Eri Yunanto mahasiswa Atmajaya Yogyakarta jurusan Teknologi Industri program studi Teknik Informatika jatuh terpeleset ke kawah merapi dengan kedalaman sekitar 150 meter, kawah tempat terjatuhnya korban adalah kawah kering. Walaupun demikian kawah ini tetap berbahaya karena dikelilingi gas alam yang beracut bagi manusia.
Ketua Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Atmajaya Yogyakarta, Revi serviyani mengatakan Eri jatuh ke kawah merapi saat hendak turun dari ouncak tebing garuda, namun tebing pijakan kaki kanannya ambrol. Revi menuturkan, kronologi jatuhnya Eri diperoleh dari keterangan Dicky yang menemani Eri sampai  ke bekas puncak Garuda. Awalnya, rombongan Eri berjumlah enam orang. Empat orang hanya sampai di pos pasar bubrah gunung merapi jalur pendakian selo, boyolali. Eri dan Dicky melanjutkan perjalanan ke bekas puncak Garuda pada pukul 09.00 WIB, Sabtu 16 mei 2015. Revi menjelaskan, rombongan Eri berangkat dari Yogyakarta pada Jumat malam 15 mei 2015. Baru pada pukul 04.00 WIB, Sabtu 16 mei 2015, keenam orang tersebut mulai mendaki lewat pos selo, boyolali. “Pendakian mereka legal karena lewat bascamp dan bayar restribusi” kata Revi.
Hingga saat ini pencarian jenasah korban masih sulit di lakukan, hal ini terjadi karena faktor kondisi cuaca di puncak merapi saat ini tak menentu, kecepatan angin di puncak juga di kabarkan cukup kencang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar