BERITA LEMPANG(STRAIGH NEWS)
Eri Yunanto, mahasiswa jurusan Teknologi Industri program
studi Teknik Informatik, Universitas Atmajaya Yogyakarta jatuh terpeleset ke
kawah merapi pada sabtu (16/5).
Mahasiswa angkatan 2012 ini
dilaporkan naik ke merapi bersama lima orang temannya sekitar pukul 11.00 WIB.
Eri terjatuh usai berfoto di puncak garuda sebelum akhirnya tergelincir.
BERITA BERTAFSIR
Aktivitas mendaki gunung sepertinya kini menjadi favorit
kaum muda, khususnya para mahasiswa.
Walaupun terlihat seakan mudah, aktivitas mendaki gunung ini tidak boleh
dianggap sepele. Butuh ketahanan fisik kuat, dan persiapan, seperti latihan
fisik jauh-jauh hari, peralatan mendaki
gunung, berhati-hati saat mengabadikan momen
di puncak gunung.
Tetapi jika takdir sudah terjadi, manusia hanya bisa
menjalani. Seperti yang terjadi pada mahasiswa bernama Eri Yunanto yang
terjatuh ke kawah gunung merapi yang berhasil ia daki. Kawah tempat jatuh
korban bukanlah kawah dengan lahar panas, tetapi kawah kering. Walaupun
demikian, tetap saja berbahaya karena dikelilingi gas alam yang beracun bagi
manusia.
Korban mendaki
puncak merapi dengan kelima temannya. Mereka berhasil mendaki sampai
puncak merapi sekitar pukul 11.00 sabtu pagi (16/5). Setelah sampai di puncak,
korban mengabadikan momennya dengan berfoto selfi di puncak garuda, saat hendak
turun korban terpleset dan jatuh ke kawah. Hingga saat ini tim sar masih
mencari jenasah korban.
BERITA INVESTIGASI
Polisi masih melakukan investigasi tempat kejadian pekara
(TKP) jatuhnya seorang mahasiswa ke kawah gunung merapi. Kejadian nahas ini di
laporkan oleh kelima rekan teman korban yang langsung turun gunung, setelah
korban terjatuh di puncak Garuda Gunung merapi. Korban bernama Eri Yunanto,
Mahasiswa jurusan Teknik Industri Program Teknik Informatika Universitas
Atmajaya Yogyakarta. Hingga saat ini pencarian jenasah korban masih dilakukan
oleh tim SAR, faktor cuaca menjadi halangan tim gabungan untuk mencapai lokasi
jatuhnya korban. Kepala riset Taman Nasional Gunung Merapi, Suwiknya mengatakan
kondisi cuaca di puncak merapi saat ini tak menentu, kecepatan angin di puncak
juga dikabarkan cukup kencang.
BERITA MENDALAM
Seorang pendaki muda, Eri Yunanto mahasiswa Atmajaya Yogyakarta
jurusan Teknologi Industri program studi Teknik Informatika jatuh terpeleset ke
kawah merapi dengan kedalaman sekitar 150 meter, kawah tempat terjatuhnya
korban adalah kawah kering. Walaupun demikian kawah ini tetap berbahaya karena
dikelilingi gas alam yang beracut bagi manusia.
Ketua Mahasiswa Pencinta
Alam Universitas Atmajaya Yogyakarta, Revi serviyani mengatakan Eri jatuh ke
kawah merapi saat hendak turun dari ouncak tebing garuda, namun tebing pijakan
kaki kanannya ambrol. Revi menuturkan, kronologi jatuhnya Eri diperoleh dari
keterangan Dicky yang menemani Eri sampai
ke bekas puncak Garuda. Awalnya, rombongan Eri berjumlah enam orang.
Empat orang hanya sampai di pos pasar bubrah gunung merapi jalur pendakian
selo, boyolali. Eri dan Dicky melanjutkan perjalanan ke bekas puncak Garuda
pada pukul 09.00 WIB, Sabtu 16 mei 2015. Revi menjelaskan, rombongan Eri
berangkat dari Yogyakarta pada Jumat malam 15 mei 2015. Baru pada pukul 04.00
WIB, Sabtu 16 mei 2015, keenam orang tersebut mulai mendaki lewat pos selo,
boyolali. “Pendakian mereka legal karena lewat bascamp dan bayar restribusi”
kata Revi.
Hingga saat ini pencarian
jenasah korban masih sulit di lakukan, hal ini terjadi karena faktor kondisi
cuaca di puncak merapi saat ini tak menentu, kecepatan angin di puncak juga di
kabarkan cukup kencang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar