BINCANG-BINCANG
TENTANG KEBUN RAYA BOGOR
Mentari siang bersinar, terik panas menyengat perkotaan, seperti tiada
angin menyentuh. Di jalan trotoar yang
cukup kecil, di tengah keramaian orang banyak, menelusuri lurusnya trotoar, dan menyeberang
ke trotoar lainnya. Berhenti seketika mata melihat hijaunya pemandangan yang dikelilingi
oleh pelindung besi yang dibuat oleh manusia.
Besi-besi
tersebut memagarinya sebagai simbol tempat ini dilindungi, bak pusaka berharga
bagi masyarakat. Jika ingin masuk, harus membayar tiket masuk yang nilai harganya sesuai dengan status asal
wisatawan lokal atau asing. Wisatawan
dari lokal Rp.14.000 dan wisatawan asing Rp.25.000, bergegas saya pergi ke
loket untuk membeli tiket. Perlahan saya berjalan melihat dari kejauhan sebelum masuk kedalam,
timbul keingintahuan karena baru pertama
kali mengunjungi tempat wisata yang bernama Wisata Kebun Raya Bogor.
Saya berkunjung ke
Wisata Kebun Raya Bogor dihari minggu, pesona tempat wisata ini dijaga 24 jam
oleh tim keamanan dan kepolisian. Ketika berjalan ke arah pintu masuk, tak sengaja saya mendengar rombongan ibu-ibu yang
berkumpul menanyakan tempat yang bagus untuk bersantai, kepada seorang pria
bertubuh tinggi besar, tegap dan gagah. Nama pria tersebut
Ridwan, pria separu baya ini salah satu anggota pengelolah informasi yang juga ikut bertugas menjaga keamanan. Setelah selesai mengarahkan ibu-ibu giliran
saya yang berbincang dengannya.
Pak Ridwan bercerita sejarah singkat
“Kebun raya bogor ini adalah peninggalan Jepang, Jerman dan Belanda. Disini
pengunjung ada dari beberapa negara yang datang ke sini, ketika mereka datang
ke Kebun Raya mereka juga menyampaikannya tidak hanya berbahasa Inggris tetapi
juga ada yang berbahasa Belanda, Jepang.
Sejarahnya Kebun Raya Bogor ini di dirikan pada tanggal 18 Mei 1817 oleh
Prof.Dr.Reinward dari Jerman”.
Pak Ridwan menjelaskan kepada saya, bahwa Kebun Raya Bogor
dengan luas 87 Ha ini dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Manusia, jadi
langsung dari pemerintah. Tidak ada wahana bermain seperti
outbond dan lainnya disini, karena Kebun Raya
adalah pusat konvensasi
tumbuhan, yang mana hanya disini tempat hutan yang tumbuh dengan flora asli
dari hutan dan langka untuk ditemukan sekarang. Berdasarkan
keterangan yang pernah saya baca tentang Kebun Raya Bogor di website, disini terdapat 20.000 jenis tanaman yang tergolong dalam 6000
species dan merupakan Kebun Raya terbesar di Asia Tenggara.
Kebun Raya Bogor yang ramai
pengunjung hingga kisara seribuan
orang di hari sabtu dan minggu ini, di dalamnya tidak hanya terdapat flora saja. Ada juga terdapat beberapa Museum
seperti Museum Zoologi, Museum Etnobotani, Museum PETA (Pembela Tanah Air),
Museum Perjuangan. Pak Ridwan
menjelaskan bahwa, untuk masuk ke Museum tanpa beli tiket lagi seperti Museum Zoologi yang telah bergabung dengan Kebun Raya Bogor, dan
jam bukanya juga sesuai dengan jam buka Kebun Raya Bogor. Jadi sekarang, Museum
Zoologi yang dulu harus membeli tiket masuk
di depan pintu luar museum, sudah tidak dibuka
lagi dan kita bisa langsung mengunjunginya di dalam Kebun Raya
Bogor.
Tetapi ada juga yang berbeda jam masuknya, seperti Museum yang baru
di resmikan 2 bulan
yang lalu dari notabene manta Presiden RI Susilo Bambang
Yudhoyono, yaitu Museum Kepresidenan.
Perbincangan
dengan pak Ridwan semakin seru dengan ditemani canda tawanya, hati saya sempat
tergelitik mendengar cerita pak
Ridwan tentang tempat
favorit wisatawan kaum muda
lokal, selain sebagai tempat mencari kesejukan rindang pohon dan tempat
mengobrol di Kebun Raya Bogor. Ada tempat
yang memiliki mitos
yang unik berkaitan dengan cinta, yaa... seperti yang kita lihat, kalau
mendengar kata ‘CINTA’ bawaannya galau terus ya kaum muda, karena cinta berhubungan dengan jodoh kita
kelak. Ada dua tempat mitos favorit yaitu Jembatan Cinta (Jembatan Merah) dan Pohon Jodoh terletak dekat lapangan Sempur.
Pak
Ridwan bercerita konon katanya dikedua
tempat ini, jika kita membawa pasangan berjalan melewati Jembatan Cinta atau
membawa pasangan duduk di bawah Pohon
Jodoh maka nanti setelah pulang hubungan pasangan tersebut akan putus, tetapi
jika berjalan sendiri melewati Jembatan
Cinta atau duduk sendiri di bawah
Pohon Jodoh maka setelah dari Kebun Raya Bogor kita akan menemukan Jodoh kita,
tetapi hal ini tidak berlaku untuk
pasangan suami istri. Jika sepasang suami istri melewati Jembatan Cinta
dan duduk di bawah Pohon Jodoh, maka pasangan tersebut akan selalu langgeng.
Percaya
atau tidak itulah mitos, tetapi
berdasarkan sejarah Jembatan Merah (Jembatan Cinta) ini disebut Jembatan Merah
karena memang berwarna merah bata,
peristiwa sejarah Jembatan Merah
yang pernah dicatat adalah pertempuran
sengit antara tentara BKR yang dipimpin kapten muslihat dengan pasukan Belanda.
Sedangkan Pohon Jodoh sampai saat ini belum ada sejarah yang nyata, hanya saja
di Pohon Jodoh ini memang hanya tertinggal sebuah bangku panjang untuk duduk.
Selesai
Perbincangan saya dengan pak Ridwan yang cukup lama, saya pun masuk kedalam. Terasa sejuk, rindang dan tenang
membuat saya betah berjalan-jalan melihat pohon-pohon besar yang di diberi papan nama, terdapat juga patung
sapi, kolam dan masih banyak lagi.
Karena
kehausan, saya membeli icecream yang rasanya
tidak terlalu manis dan tidak banyak warna, disini tidak ada pilihan jajanan
lain, setelah saya dijelaskan oleh pak Tabroni pedagang icecream,
ternyata pedagang didalam area kebun hanya sebagai
penjual dan barang dagangan ini milik koperasi Kebun Raya, jadi tidak
sembarangan bisa masuk untuk menjual dagangan dan hasil gajinya diperoleh dari
presentasi penjualan.
Kemudian
diseberang, saya melihat Gardenshop dan
mengunjunginya, disini menjual tanaman hias dari produk laboratorium Kebun Raya
seperti hasil kultur jaringan, kantong semar,dan jenis anggrek spesies hasil
laboratorium yang tidak ditemukan di
luar dan
terdapat souvenir dari zoologi dan biologi berukuran kecil dijual Rp.10.000-Rp.50.000 dan ukuran besar dijual
Rp.100.000-Rp.200.000, kak Rizal pengelola
Gardenshop menjelaskan presentasi 80%
pembeli dari wisatawan lokal dan 20% wisatawan asing.
Kembali
jalan-jalan lagi, saya melihat bis
keliling Kebun Raya dengan harga Rp.15.000 untuk dewasa. Sayangnya bis sudah
kepenuhan dan bis berikutnya tidak jalan,
akhirnya saya ditemani pak Yadi salah satu sopir bis untuk berbincang sebentar.
Pak Yadi bercerita saat ini akses bis keliling Kebun raya terbatas, karena area
pintu 3 ditutup dan menjadi akses keluar masuk mobil istana. Hal ini
menjadi keluhan pengunjung karena tidak
dapat sepenuhnya berkeliling di Kebun Raya.
Hari
semakin sore, sungguh saya menikmati rindang dan sejuknya udara disini, rasanya
ingin saya bawa
pulang saja ke
Jakarta. Disini juga bisa menjadi tempat
belajar dan observasi. Tetapi saya menyarankan kita sebagai pengunjung dapat
berkerjasama dengan petugas kebersihan, untuk menjaga kebersihan lingkungan
Kebun Raya. Cintailah pesona alam
seperti kita mencintai diri kita sendiri.


ahhhhhh pengen ke bogor
BalasHapusMemang sungguh memperhatinkan bahwa banyak pengunjung yang tidak memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan disekitar Kebun Raya Bogor. Padahal tempat ini sangat sejuk dan asri. Yaa, Membuang sampah pada tempatnya, semua dimulai dari kesadaran diri sendiri. Karangan yang sangat bagus, Angel.
BalasHapuskarangan yang bagus sekali, kamu cukup lengkap mengeksplor kebun raya bogor hingga terlihat sangat informatif ya (:
BalasHapusPembahasan kebun raya bogornya sudah menarik. Tetapi konten harus di jaga supaya tidak hanya memberitahu kebun raya bogor hanya sebatas itu saja seperti blog lainnya. Harus unik.
BalasHapusMaaf saya memberikan pendapat berupa kritikan ringan agar tidak monoton untuk memberikan sebuah pernyataan bualan. Sukses !!!
sekedar kritik, terlalu banyak pengulangan kata di awal/lead yang berdekatan sehingga terlihat sedikit janggal.
BalasHapusterima kasih, semangat terus angel :)
@megi aditya ayukkk main ke Bogor, @lina friska iyaaa semoga pengunjung memiliki kesadaran untk menjaga hitam
BalasHapus@tristin okeee terima kasi, @yohanes c tanjung terimakash ya ko, next time saya perbaiki yg baru, @felly okeee trimakasih Fely kritikannya
Karangan yang bagus dan cukup informatif!
BalasHapusKeep going Angel! :)
@meisyca tjong iya trimakasih banyak, nanti ajarin saya buat feature menarik seputar keindahan Alam ya 😘😘😘
BalasHapusKata" dari featurenya menggambarkan penulis sedang merasakan suasana bogor lengkap dengan kata kiasan yang menambah keseruan dalam membaca
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusWah isinya lengkap banget .. Jadi pengen ke sana lagi hihi ^^ .. semangat Angel!
BalasHapusPemilihan diksi yang tepat, informatif dan sangat fresh!! Namun ada beberapa bagian yang lompat, overall, well done!!
BalasHapus@michael Dan deviana iyaaa trimakasih yaa... yuk dtg lagi devina hitan d Sana makin lebat...
BalasHapus@penyanyi bertopeng okee pak trimakasih akan saya priksa lagi
ternyata seru juga berkunjung ke kebun raya bogor..
BalasHapusInformation dan menghibur!! 👍👍
BalasHapusWah, menambah pengetahuan sekali tentang kebun raya bogor ..
BalasHapusWah, menambah pengetahuan sekali tentang kebun raya bogor ..
BalasHapustrimakàsihhh yaa semua ... ayooo kunjungi Bogor @michaelthe @mschollate @delfina
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKeren, dan infomatif sekali. Selain itu pembaca seakan" dibawa untuk membayangkan suasana yang ada.
BalasHapusLeadnya deskriptif banget. Good job!
BalasHapus@yonatan iyaa trimakasih koko
BalasHapus@nadya Wijaya trimakasih cici
recomend juga nih tempat
BalasHapusInformatif dan menarik ngell sukses uas nyaa
BalasHapusNice info
BalasHapusBagus tuh banyak tanaman yang langka di situ yang di budidayakan
BalasHapus