Rabu, 05 Oktober 2016

Feature writing " Feature Profil"

Herly si kecil bersuara "Rock"
OLEH ANGELINA MELISA
Seperti  tiada kerutan sedih di wajahnya, karena lebar tawanya itu selalu melekat pada paras manisnya,  suara serak – serak basah terdengar di telinga, nan merdu ketika bernyanyi "Bukan Dia Tapi Aku" ia bawakan alunan lirik lagu dalam makna yang menyayat hati.

            Dia gadis berbadan mungil, tingginya berkisar 154 cm, sejak usia 7 tahun ia telah memulai melatih bakatnya dalam bidang tarik suara.

Kemudian ia masuk  les vokal Willy Soemantri Music Schooll, disinilah awal pertemuannya dengan teman group vokalnya di tahun 2010 dengan nama Group Vokal Mervo.  

            Group Mervo atau group Merpati Voice adalah Group vokal yang selalu menemaninya  sampai saat ini 6 tahun dalam berkarya di  bidang tarik suara, berawal dari basic benyanyi sollo, suaranya inilah yang ternyata melengkapi warna-warni group Mervo di bidang tarik suara.

            Dialah Herly Hutahean mahasiswi Universitas Bunda Mulia Jakarta, yang berhasil berprestasi di bidang tarik suara. Dia berhasil bersama teman-temannya membawa group Mervo di ajang pencarian bakat The Voice Of Indonesia.




            The Voice Of  Indonesia adalah acara realitas kompetisi menyanyi dan ajang pencarian bakat Indonesia yang mulai mengudara di stasiun TV Indosiar pada tanggal 10 Februari 2013, sejak musim kedua pindah ke RCTI.

            Acara ini diadaptasi dari kompetisi menyanyi Belanda berjudul The Voice of Holland, yang ditayangkan oleh RTL 4. Pada tahun 2016 The Voice  Of  Indonesia kembali membuka pendaftaran untuk ajang kompetisi pencarian bakat.

            Saat itu usia Group Mervo baru 5 tahun dan mereka mencoba untuk mengikuti ajang pencarian bakat di The Voice Of  Indonesia walaupun pernah gagal di Rissing Star. Kegagalan bagi group Mervo bukanlah suatu titik terakhir bagi mereka yang masih berusia muda ini.

            Group yang terdiri dari Herly dan teman-temannya Alfriando Eldatlukas, Arlen Orlando Lukas, Angel Eva Filisita. Tak pernah pantang menyerah, mereka yakin bahwa warna-warni suara mereka bisa menggemparkan panggung The Voice Of  Indonesia.

            The Voice Of Indonesia membuka audisi dengan 2 cara yaitu audisi langsung di tempat dan  special hunt, Herly dan temannya di group Mervo mengikuti audisi special hunt dengan mengirimkan video cover mereka.

 Dalam audisi special hunt peserta  mengirimkan video, jika terpilih mereka lolos. Kemudian dalam audisi ini yang menentukan peserta layak lolos dipilih  langsung oleh produser.   Setelah itu Herly dan temannya mendapatkan kabar lolos di babak audisi special hunt dan akan lanjut ke babak berikutnya.

Babak berikutnya adalah babak Blind Audition, dalam babak ini mereka akan bernyanyi tanpa juri melihat paras dan rupa mereka di panggung. Ke empat juri hanya akan mendengarkan alunan suara, perubahan emosi, dan tempo lagu yang  mereka bawakan ketika bernyanyi.

Dalam The Voice Indonesia seorang juri sekaligus akan menjadi coach peserta yang akan mereka pilih dalam Blind Audition.  Pada saat bersamaan ketika juri sambil mendengarkan nyanyian, juri akan sambil meresapi suara mereka dan memilah-milah kekurangan dan kelebihan warna suara peserta.

Juri The Voice Of Indonesia terdiri dari Agnes Mo, Judika, Ari lasso, dan Kaka slank. Kemudian juri akan menekan tombol kursi dan berbalik ke arah panggung pentas peserta bernyanyi, yang menandakan mereka memilih dan sangat senang dengan warna suara peserta saat bernyanyi.

Setelah selesai bernyanyi juri akan menjelaskan alasan mereka  mengapa senang dengan suara peserta dan sambil menjelaskan apa saja yang mereka akan berikan jika peserta  memilih di antara mereka sebagai coach.

Group Mervo kemudian memilih Judika sebagai coach mereka dan sebagai  coach yang akan membimbing mereka dalam bidang tarik suara vokal group di The Voice Of Indonesia.

Blind Audition memberikan bukti  keberhasilan  yang mereka dapatkan saat itu,  tidak mereka dapatkan dalam waktu yang singkat. Butuh waktu bertahun-tahun untuk terus belajar mengharmonisasikan suara, meninggalkan keegoisan, dan mengontrol emosi supaya lagu yang di nyanyikan menjadi indah didengar.

Harmonisasi inilah yang akan menciptakan paduan warna-warni suara mereka dalam sebuah lagu, suara Herly Hutahean memiliki vibra yang berat dan suaranya cenderung rock tak sama seperti suara serak-serak basah ketika sedang berbicara biasa.

 Sehingga suara Herly dapat terpadu dengan dua rekannya yang cowok dan memadukan suara rekannya yang cewek supaya tak hilang tetapi hidup dan terbentuklah alunan lagu yang indah dan menggugah hati saat mendengar nyanyian yang dibawakan oleh mereka. 

Kekompakan yang mereka bangun ini membawa mereka sebagai group vokal satu-satunya yang berhasil dalam babak Batle dan lanjut ke babak knockout. Dalam babak Knockout inilah yang akan menentukan apakah mereka layak untuk lanjut masuk ke babak Live Show.



Waktu Knockout pun tiba, berdebar dan gugup pasti dirasakan oleh  si kecil bersuara rock itu Herly Hutahean. Herly mewakili group Mervo untuk tetap duduk di kursi nomor tiga.

 Kursi yang menjadi jawaban akan cerita Mervo di the Voice Of  Indonesia. Apakah mereka aman atau mungkin tidak aman? Dan kemudian tersingkirkan oleh peserta lain dari tim coach Judika.

Sitti peserta tim Coach Judika yang menjadi pilihan berat atara dia dan Mervo, yang tampil cukup memukau dengan membawakan lagu Lawas Dewa 19 dan Takkan Ada Cinta Yang Lain.

Meskipun belum disebut tampil maksimal namun akhirnya  Judika sebagai pembimbing memilih Sitti untuk menukarkan posisi Mervo dan berakhirlah Mervo dalam The Voice Of Indonesia di babak Knockout.

  Herly mengaku ia dan teman-temannya tetap semangat walaupun harus gagal lagi dan sedikit lagi untuk masuk ke babak berikutnya. Tak terlintas dalam fikirannya untuk mundur dalam bidang tarik suara, semua hal butuh proses.Karena proses yang telah Herly jalani bersama group Mervo masih berusia sangat muda.


 Dengan perjalanan mereka dalam setiap ajang pencarian bakat di setiap audisi di panggung dan bisa masuk ke babak-babak berikutnya telah menjadi bukti peningkatan prestasi mereka selama belajar dan berlatih di bidang tarik suara vokal group. Begitulah kata pepatah Belajar tiada henti sampai tua kita tetap terus belajar.

1 komentar: