Herly
si kecil bersuara "Rock"
OLEH
ANGELINA MELISA
Seperti tiada kerutan sedih di wajahnya, karena lebar
tawanya itu selalu melekat pada paras manisnya, suara serak – serak basah terdengar di
telinga, nan merdu ketika bernyanyi "Bukan Dia Tapi Aku" ia bawakan
alunan lirik lagu dalam makna yang menyayat hati.
Dia
gadis berbadan mungil, tingginya berkisar 154 cm, sejak usia 7 tahun ia telah
memulai melatih bakatnya dalam bidang tarik suara.
Kemudian ia masuk les vokal Willy Soemantri Music Schooll, disinilah
awal pertemuannya dengan teman group vokalnya di tahun 2010 dengan nama Group
Vokal Mervo.
Group
Mervo atau group Merpati Voice adalah Group vokal yang selalu menemaninya sampai saat ini 6 tahun dalam berkarya di bidang tarik suara, berawal dari basic
benyanyi sollo, suaranya inilah yang ternyata melengkapi warna-warni group
Mervo di bidang tarik suara.
Dialah
Herly Hutahean mahasiswi Universitas Bunda Mulia Jakarta, yang berhasil
berprestasi di bidang tarik suara. Dia berhasil bersama teman-temannya membawa
group Mervo di ajang pencarian bakat The Voice Of Indonesia.
The Voice Of Indonesia adalah acara realitas
kompetisi menyanyi dan ajang pencarian bakat Indonesia yang mulai mengudara di stasiun TV Indosiar pada tanggal
10 Februari 2013, sejak musim kedua pindah ke RCTI.
Acara
ini diadaptasi dari kompetisi menyanyi Belanda berjudul The Voice of Holland, yang ditayangkan oleh RTL 4. Pada tahun 2016
The Voice Of Indonesia kembali membuka pendaftaran untuk
ajang kompetisi pencarian bakat.
Saat
itu usia Group Mervo baru 5 tahun dan mereka mencoba untuk mengikuti ajang
pencarian bakat di The Voice Of Indonesia walaupun pernah gagal di Rissing
Star. Kegagalan bagi group Mervo bukanlah suatu titik terakhir bagi mereka yang
masih berusia muda ini.
Group
yang terdiri dari Herly dan teman-temannya Alfriando
Eldatlukas, Arlen Orlando Lukas, Angel Eva Filisita. Tak pernah pantang
menyerah, mereka yakin bahwa warna-warni suara mereka bisa menggemparkan
panggung The Voice Of Indonesia.
The
Voice Of Indonesia membuka audisi dengan 2 cara yaitu audisi langsung di tempat
dan special hunt, Herly dan temannya di
group Mervo mengikuti audisi special hunt dengan mengirimkan video cover
mereka.
Dalam audisi special hunt peserta mengirimkan video, jika terpilih mereka lolos. Kemudian dalam audisi ini yang menentukan peserta layak lolos dipilih langsung oleh produser. Setelah itu Herly dan temannya mendapatkan
kabar lolos di babak audisi special hunt dan akan lanjut ke babak berikutnya.
Babak berikutnya adalah
babak Blind Audition, dalam babak ini mereka akan bernyanyi tanpa juri melihat
paras dan rupa mereka di panggung. Ke empat juri hanya akan mendengarkan alunan
suara, perubahan emosi, dan tempo lagu yang mereka bawakan ketika bernyanyi.
Dalam The Voice
Indonesia seorang juri sekaligus akan menjadi coach peserta yang akan mereka
pilih dalam Blind Audition. Pada saat
bersamaan ketika juri sambil mendengarkan nyanyian, juri akan sambil meresapi
suara mereka dan memilah-milah kekurangan dan kelebihan warna suara peserta.
Juri The Voice Of
Indonesia terdiri dari Agnes Mo, Judika, Ari lasso, dan Kaka slank. Kemudian
juri akan menekan tombol kursi dan berbalik ke arah panggung pentas peserta
bernyanyi, yang menandakan mereka memilih dan sangat senang dengan warna suara
peserta saat bernyanyi.
Setelah selesai
bernyanyi juri akan menjelaskan alasan mereka mengapa senang dengan suara peserta dan
sambil menjelaskan apa saja yang mereka akan berikan jika peserta memilih di antara mereka sebagai coach.
Group Mervo kemudian
memilih Judika sebagai coach mereka dan sebagai
coach yang akan membimbing mereka dalam bidang tarik suara vokal group di The Voice Of Indonesia.
Blind Audition memberikan
bukti keberhasilan yang mereka dapatkan saat itu, tidak mereka dapatkan dalam waktu yang
singkat. Butuh waktu bertahun-tahun untuk terus belajar mengharmonisasikan
suara, meninggalkan keegoisan, dan mengontrol emosi supaya lagu yang di
nyanyikan menjadi indah didengar.
Harmonisasi inilah yang
akan menciptakan paduan warna-warni suara mereka dalam sebuah lagu, suara Herly
Hutahean memiliki vibra yang berat dan suaranya cenderung rock tak sama seperti
suara serak-serak basah ketika sedang berbicara biasa.
Sehingga suara Herly dapat terpadu dengan dua
rekannya yang cowok dan memadukan suara rekannya yang cewek supaya tak hilang
tetapi hidup dan terbentuklah alunan lagu yang indah dan menggugah hati saat
mendengar nyanyian yang dibawakan oleh mereka.
Kekompakan yang mereka
bangun ini membawa mereka sebagai group vokal satu-satunya yang berhasil dalam
babak Batle dan lanjut ke babak knockout. Dalam babak Knockout inilah yang akan
menentukan apakah mereka layak untuk lanjut masuk ke babak Live Show.
Waktu Knockout pun
tiba, berdebar dan gugup pasti dirasakan oleh
si kecil bersuara rock itu Herly Hutahean. Herly mewakili group Mervo
untuk tetap duduk di kursi nomor tiga.
Kursi yang menjadi jawaban akan cerita Mervo
di the Voice Of Indonesia. Apakah mereka
aman atau mungkin tidak aman? Dan kemudian tersingkirkan oleh peserta lain dari
tim coach Judika.
Sitti peserta tim Coach
Judika yang menjadi pilihan berat atara dia dan Mervo, yang tampil cukup
memukau dengan membawakan lagu Lawas Dewa 19 dan Takkan Ada Cinta Yang Lain.
Meskipun belum disebut
tampil maksimal namun akhirnya Judika
sebagai pembimbing memilih Sitti untuk menukarkan posisi Mervo dan berakhirlah
Mervo dalam The Voice Of Indonesia di babak Knockout.
Herly mengaku
ia dan teman-temannya tetap semangat walaupun harus gagal lagi dan sedikit lagi
untuk masuk ke babak berikutnya. Tak terlintas dalam fikirannya untuk mundur
dalam bidang tarik suara, semua hal butuh proses.Karena proses yang telah Herly
jalani bersama group Mervo masih berusia sangat muda.
Dengan perjalanan mereka dalam setiap ajang
pencarian bakat di setiap audisi di panggung dan bisa masuk ke babak-babak
berikutnya telah menjadi bukti peningkatan prestasi mereka selama belajar dan
berlatih di bidang tarik suara vokal group. Begitulah kata pepatah Belajar
tiada henti sampai tua kita tetap terus belajar.


Nicee, menarik tulisannya.
BalasHapus